-->

Melepaskan Penat dan Amarah, Tanpa Menyakiti



Melepaskan Penat dan Amarah, Tanpa Menyakiti


Malam yang gelap, tanpa sinar rembulan dan tanpa kerlap-kerlip bintang. Hanya saja desiran angin yang dirasakan dan suara manusia pengibur lara yang terdengar serta berisik kendaraan yang membuat kepenatan semakin meraja lela.


Namun perlahan, angin malam itu membawa rasa penat dan amarah. Dia mulai melepaskan penat dan amarah tanpa menyakiti raga.


Begitu juga yang ku inginkan, ingin melepaskan Penat dan amarah tanpa menyakiti siapapun.

Namun ku sadari, bahwa hal itu tak mudah dilakukan sehingga perlu bertahap dan usaha yang keras.


Ku yakin semua orang tak menginginkan sikap amarah, namun terkadang karena situasi dan kondisi yang membuat pikiran menjadi mudah terbawa pada suasa panas hingga menjadi bola api masalah.


Persoalan beban hidup jangan disepelekan, tak mudah untuk menuntaskan dengan sekejap mata.


Perjuangan seseorang dalam menuntaskan beban hidup yang terus menghantuinya juga tak semudah membolak-balik telapak tangan. Sehingga hal itu perlu dipahami, karena ku yakin dia bukan tak mau hidup tenang. Hanya saja beban yang menimpanya terlalu berat untuk dibawa.


Ku yakin mereka yang memiliki beban begitu besar, dia berjuang mati-matian untuk menuntaskannya. Hanya saja, waktu yang belum sampai pada momen titik finishing.

Sebelum negara api menyerang dan sebelum hidup kita seperti dia yang memiliki beban hidup begitu besar. Maka sepantasnya membantu mencarikannya solusi memberikannya suport agar tak pesimis.


Karena dibalik tawanya, menyimpan duka mendalam. 



Tags :

bm
Created by: Admin Suara Inspirasi

Suara Inspirasi merupakan karya tulis para pemuda yang kreatif dan inovatif dalam membangun daerah.

Posting Komentar