-->

Kembangkan Ekowisata, Pemuda-Komunitas Rotan Kapuas Susuri Sungai

komunitas Rotan Kapuas susuri sungai Koala Mandor


Pemuda-Komunitas Rotan Kapuas Susuri Sungai untuk Pengembangan Ekowisata 



Pemuda yang tergabung dalam komunitas Restorasi Sungai dan Hutan (Rotan) Kapuas menyusuri Sungai Mandor dengan menggunakan sampan. 


Penyusuran sungai yang dilakukan tersebut, merupakan tindak lanjut kegiatan identifikasi keanekaragaman hayati sebagai bahan kegiatan ekowisata sungai yang sedang di kembangkan oleh komunitas Rotan Kapuas. 


Berbekal binokuler dan camera, serta dilengkapi dengan jaket pelampung, mereka menyusuri sungai di wilayah Desa Sungai Enau Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat pada Kamis 11 November 2021 kemarin. 


Satu diantara peserta yang menyusuri sungai, Marsuni (19) menunjukkan beberapa jenis tanaman yang masih bisa dimanfatkan untuk konsumsi seperti petai Sungai, Klepu, Jambu Sungai, Buah Redan, Manggis hutan dan Buah Janta. 


"Beberapa jenis tanaman biasa dikonsumsi oleh masyarakat desa dan juga sebagian bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan, " ujarnya Sabtu 13 November 2021.


 Sayangnya, menurut Suni, tanaman yang ditemukan tersebut sudah mulai punah atau berkurang, lantaran ditebangi oleh masyarakat dan sudah mulai ditinggalkan untuk dimanfaatkan sebagai obat alami. 


"Padahal tanaman tersebut bisa kita dapatkan dengan mudah di pinggir Sungai," ucapnya. 


Sementara itu, Ketua Komunitas Rotan Kapuas, Sahli 29) 

mengatakan, penyusuran sungai tersebut dilakukan untuk mengumpulkan bahan materi ekowisata yang sedang dikembangkan. 


"Identifikasi tanaman yang dilakukan akan di siapkan untuk materi dalam pembelajaran ekowisata sungai, " ujarnya. 


Lebih lanjut Sahli mengatakan, bahwa kegiatan Ekowisata yang ditawarkan oleh Komunitas Rotan Kapuas bukan hanya bertujuan untuk menarik wisatawan yang akan datang hanya sekedar jalan-jalan ke sungai, namun wisatawan, kata dia, nantinya juga akan diberikan pengetahuan tentang jenis tanaman beserta manfaatnya. Sehingga tidak meninggalkan budaya lokal. 


"Atau bagaimana orang-orang terdulu memanfaatkan tanaman tersebut sebagai obat dan juga konsumsi, " katanya.


Selain mengenalkan jenis keanekaragaman hayati, lanjut Sahli, apabila Wisatawan yang ikut dalam program Ekowisata juga akan di ajak untuk memantau kualitas air dengan beberapa parameter seperti Fosfat, Khlorin, Nitrat, Nitrit dan juga TDS.


Hal tersebut bertujuan agar wisatawan juga mengerti kualitas air yang ada di sungai Koala mandor apakah masih bagus atau sudah tercemar. 


"Ekowisata ini akan berbeda dengan ekowisata yang lainnya, karena selain berwisata kita juga akan belajar banyak tentang kondisi sungai yang ada di wilayah kita, sehingga wisatawan bisa melakukan di wilayah mereka sepulang ikut program Ekowisata kita," jelasnya. 


Ekowisata tersebut direncanakan akan dibuka untuk umum di bulan Desember 2021.


Pada kawasan ini, kata Sahli, menawarkan beberapa destinasi, diantaranya susur Sungai menggunakan perahu, Pengamatan Burung, Satwa dan tanaman. 


"Wisatawan juga bisa menginap di Homestay yang sedang kita siapkan dengan masyarakat, selain itu juga kami menyediakan makanan lokal dan beberapa aktivitas seni seperti tarian penyambutan dan beberapa souvenir kerajinan masyarakat yang bisa di bawa pulang oleh wisatawan," paparnya. 


Menurut Sahli, dalam pembuatan Ekowisata sebenarnya tidak membutuhkan modal yang besar, lantaran kata dia, kondisi alam yang ada sudah menyediakan semuanya untuk di manfaatkan sebagai tujuan ekowisata.


"Tinggal bagaimana kita mengelolanya untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat. Partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah menjadi kunci dalam pengembangan ekowisata untuk bisa terus berjalan, " pungkasnya. 


Tags :

bm
Created by: Admin Suara Inspirasi

Suara Inspirasi merupakan karya tulis para pemuda yang kreatif dan inovatif dalam membangun daerah.

Posting Komentar