| Saat umat muslim melaksanakan ibadah kepada Allah SWT di Masjid Nurul Jannah Pontianak Kalimantan Barat, Jumat 19 November 2021/Suara Inspirasi. |
Definisi Barokah dan 2 Cara Mendapatkan Keberkahan
Lalu apa makna barokah itu ?
Berikut adalah penyampaian Gus Ainun Najib, M.Ag selaku Dosen Ahli Tafsir IAIN Pontianak yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darunnasi'in Kubu Raya Kalimantan Barat.
Gus Najib menyampaikan, bahwa menurut imam Ar-Raghib Al-Asfahani sebagai pakar kosakata Al-Quran, mendefinisikan Barokah adalah dengan tetapnya kebaikan dari Allah di dalam sesuatu perkara.
Ia menjelaskan dari definisi tersebut, dapat kita pahami, bahwa barokah itu untuk menjadikan seseorang baik, baik dan semakin baik.
Ia mencontohkan, jika seorang anak barokah bisa diketahui dengan caranya mengabdi kepada orang tua.
Kemudian, jika harta barokah, maka dapat diketahui dengan sedikit banyaknya dari harta tersebut kita merasa tercukupi.
Sedangkan, ilmu terasa barokah, apabila membawa pemiliknya lebih dekat kepada Allah SWT.
Lalu bagaimana cara mendapatkan barokah?
Lebih lanjut Gus Najib, menjelaskan, bahwa kita sebagai hamba Allah telah diberikan tata cara untuk mendapatkan barokah. Sebagaimana hal tersebut telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 96.
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ
Artinya: "Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96).
Dari ayat tersebut, tutur Gus Najib, kita bisa memahami, bahwa barokah itu murni pemberian dari Allah SWT kepada hamba-hambaNya.
"Namun barokah itu tidak akan bisa didapat jika kita tidak mengambilnya. Ibarat air di dalam gelas, sedangkan kita dalam keadaan haus, maka kita tidak akan hilang ras haus, kecuali kita meminum air yang ada di dalam gelas itu, " paparnya.
Begitu juga barokah, tidak akan bisa kita dapat kecuali kita mengambilnya.
Gus Najib menerangkan terdapat dua cara untuk mendapatkan barokah yaitu Beriman dan Bertakwa.
1. Beriman.
Jika kita beriman kepada Allah SWT, beriman kepada malaikat-malaikat Allah, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada utusan Allah, beriman kepada hari akhir, beriman kepada Qada' dan Qadar.
Maka jika syarat yang pertama ini bisa dipenuhi, maka syarat yang kedua juga harus dipenuhi yaitu bertakwa kepada Allah SWT.
2. Bertakwa
Gus Najib menjelaskan, bahwa bertakwa adalah melakukan perbuatan yang baik dan meninggal larangan Allah SWT.
Melakukan perbuatan yang baik seperti melaksanakan kewajiban yang telah Allah SWT perintahkan, melaksanakan silaturahmi dan berbuat baik sesama baik, serta banyak kebaikan lainnya.
"Ketika menunaikan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya, maka itulah gambaran bahwa kita bertakwa kepada Allah SWT, " jelasnya.
Dengan dua cara tersebut InsyaAllah barokah akan kita dapat.
Sebagaimana yang telah dicontohkan, bahwa sesuatu yang baik akan menghadirkan keberkahan seperti Kitab Al- Qur'an yang telah berikan keberkahan didalamnya karena memuat berbagai kebaikan- kebaikan.
Kemudian bulan Ramadhan yang telah Allah jadikan bulan keberkahan, karena Ramadhan menjadi waktu Al-Qur'an diturunkan.
Selanjutnya, Masjidil Haram yang menjadi tempat keberkahan karena di dalamnya ada kebaikan-kebaikan yang Allah berikan.
Maka kita tidak menutup kemungkinan para ulama di dalam dirinya ada keberkahan yang bisa kita ambil darinya melalui nasehat yang baik dan kita mengabdi kepada mereka.
Semoga kita mendapatkan keberkahan hidup agar bisa menjadi manusia yang baik dan bermanfaat.
Penulis: Putra Desa

Posting Komentar