-->

Bukti VS Janji, Manakah yang Harus Diutamakan?

Dalam dokumentasi ini terdapat dua sudut pandang antara bukti dan janji yang dipilih penulis untuk menjadi sebuah gambaran atau contoh. 


Bukti VS Janji, Manakah yang Harus Diutamakan?


Sebelum membahas lebih jauh, penulis ingin mengajak kepada khalayak ramai untuk memahami terlebih dahulu makna bukti dan janji serta perbedaannya ataupun kesamaannya. 


Artikel ini dibuat untuk memberikan pemahaman dan motivasi bukan untuk memvoting. 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Bukti merupakan sesuatu yang menyatakan kebenaran suatu peristiwa ataupun kejadian di lapangan sesuai dengan fakta. Sebagai contoh: si fulan diberikan tugas atau amanah untuk menyelesaikannya dan si fulan telah melaksanakannya di lapangan, apa yang dilaksanakan itupun sudah diketahui oleh masyarakat ramai bahwa tugas yang dijalankan itu sudah sesuai dengan aturan dan nyata aksinya. 


Bukti ini lebih menitik beratkan pada aksi nyata yang telah dilakukan seseorang. 


Bukti itu bisa saja benar dan bisa saja salah, sesuatu dengan fakta di lapangan. 


Sedangkan Janji memiliki arti, masih dalam KBBI, bahwa Janji merupakan ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat, seperti contohnya hendak/akan memberi, akan menolong, akan datang, akan bertemu. 


Janji biasanya juga digunakan untuk memproleh kesempatan dan berusaha untuk meyakinkan orang lain. 


Ungkapan janji ini, biasanya juga digunakan antara kedua belah pihak dalam menyepakati suatu urusan dalam ikatan janji. Namun masih belum masuk pada katagori aksi, tetapi masih dalam lingkup ucapan yang mengarah pada akan atau masih hendak melakukan, tetapi belum melakukan. 


Janji adalah sesuatu yang masih dalam kemasan akan dilakukan atau belum adanya fakta atau bukti. 


Perbedaan antara Bukti dan Janji adalah jika bukti adalah sesuatu yang telah dilakukan. Sedangkan janji, belum dilakukan hanya saja ingin meyakinkan. 


Lalu yang manakah yang harus diutamakan jika kita dihadapkan dengan dua kalimat itu, apakah memilih bukti atau janji. 


Banyak orang yang berpikir secara rasional tentunya memilih bukti yang nyata sesuai dengan janjinya. Namun tak sedikit orang yang memilih janji lantaran terkecoh dan ingin memberikan kesempatan agar bisa membuktikan. 


Jika ingin tau bukti tentunya bisa melalui janji, begitu juga, jika ingin tau janji terealisasi atau tidak, maka berikan kesempatan untuk membuktikan. 


Jika ingin memilih bukti, maka secara nyata kita sudah mengikuti aksi nyata seseorang. Sedangkan jika memilih janji ingin memberi kesempatan untuk membuktikan. 


Manusia bisa berjanji dan bisa juga berusaha membuktikan, yang menentukan Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa. 


Artikel ini dibuat untuk memberi pemahaman dan motivasi kepada khalayak ramai. 


Penulis: Muhammad Rokib



Tags :

bm
Created by: Admin Suara Inspirasi

Suara Inspirasi merupakan karya tulis para pemuda yang kreatif dan inovatif dalam membangun daerah.

Posting Komentar