![]() |
| Caption Foto para relawan Komunitas Tembokpedia Pontianak tengah melukis mural di tembok Gang Tiongkandang 2. Foto/Ilustrasi: Mia Islamidewi |
PONTIANAK-sejumlah anak muda menuangkan ide-idenya dengan membuat lukisan mural pada sebuah tembok di sisi Gang Tiongkandang 2 Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat, Pontianak Kalimantan Barat pada Minggu 5 September 2021 kemarin.
Masing-masing dari mereka menentukan untuk melukis konsep yang sudah disiapkan pada kegiatan bertajuk Aksi Mural. Para mural yang terdiri dari anak-anak muda ini tergabung dalam Komunitas Tembokpedia Pontianak, sebuah komunitas turunan dari gerakan Indonesia Mengajar. Komunitas Tembokpedia Pontianak berdiri sejak tahun 2019 diinisiasi oleh Maya sebagai pendirinya.
Koordinator Umum Tembokpedia Pontianak, Uray Agustian menjelaskan, rangkaian kegiatan mural ini dilaksanakan selama empat hari. Mulai dari hari pertama cat dasar putih, hari kedua sketsa, hari ketiga briefing dan terakhir mengungkapkan dan refleksi terhadap mural yang telah jadi. Keterlibatan anak-anak dalam aksi melukis mural ini, selain menuangkan ide dan kreativitas mereka, juga bertujuan membentuk karakter mereka melalui media menggambar di tembok.
"Karena setelah mereka selesai membuat lukisan mural, relawan kami akan menjelaskan pesan edukatif terkait dengan gambar yang telah mereka buat," ujarnya saat diwawancarai, Selasa 7 September 2021.
Uray menambahkan, Tembokpedia Pontianak merupakan komunitas yang mengusung metode pengabdian kepada masyarakat, dengan mewadahi anak-anak untuk mengembangkan ide dan kreativitas mereka melalui lukisan mural yang memiliki pesan moral.
Tema lukisan mural yang diusung oleh Tembokpedia Pontianak diantaranya permasalahan lingkungan-hari seperti jangan membuang sampah pada tempatnya, sopan santun, toleransi budaya, cita-cita, bahaya korupsi, bahaya narkoba dan pesan-pesan moral lainnya.
"Intinya mengandung pesan-pesan moral yang baik bagi yang melihat lukisan mural tersebut terutama anak-anak," tulisnya.
Untuk bisa bergabung dalam Komunitas Tembokpedia Pontianak ini, lanjut dia, tidak ada batasan usia memiliki niat untuk berbagi dan menyebar menyebar.
Selain itu, tidak harus bisa menggambar atau melukis untuk bergabung dalam komunitas ini, yang terpenting adalah relawan atau anggota mau belajar dan mencoba hal baru.
"Seperti yang tidak bisa menggambar, kami membantu dan menggambar mereka sampai bisa mendapatkan ilmu baru," tutur Uray.
Terpisah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kehadiran Komunitas Tembokpedia Pontianak sebagai wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas mereka. Apalagi lukisan mural yang disajikan bertemakan pesan moral dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Hal ini menjadi sebuah kegiatan yang positif karena selain mereka bisa menuangkan ide melalui lukisan mural, mereka juga mendapatkan pesan edukatif yang bermanfaat," imbuhnya.
Beberapa kawasan yang mendapat sentuhan mural seperti yang ada di Kampung Kamboja dan Gang Gajah Mada 9 dinilainya bisa menjadi destinasi wisata bagi mereka yang berkunjung ke Pontianak.
"Mereka bisa berswafoto kemudian dishare di media sosial sehingga mengundang rasa penasaran untuk berkunjung ke sana," pungkasnya.


Posting Komentar