-->

Artikel Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris FKIP Untan Tentang Wabah pandemi Covid-19, Kuliah harus berani?



Ilustrasi kuliah online Universitas Panca Bhakti Pontianak / Humas UPB Pontianak


NAMA: Sonia Isabella

PRODI: Bahasa Inggris

RAYON: Budi Utomo, FKIP UNTAN Pontianak

JUDUL: Wabah pandemi Covid-19, Kuliah harus berani?

Sudah hampir satu tahun wabah pandemi covid-19 melanda Negara Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Sejak diumumkannya penyebaran covid-19 yang masuk ke Indonesia, seketika itu juga semua sektor kehidupan mulai berubah, baik di sistem Perekonomian, Pendidikan, serta kebiasaan kehidupan sosial lainnya yang berubah. Semua orang di wajibkan untuk tinggal dirumah dan wajib menggunakan masker saat keluar rumah. 


PSBB mengekang hak dengan alasan keselamatan bersama. Orang-orang mengalami situasi yang berat. Banyak yang kehilangan pekerjaan. 


Bahkan mahasiswa pun dituntut untuk lebih paham tentang teknologi, sistem karwna Pendidikan sudah mulai berubah menjadi kuliah online (berani). Tentunya hal ini membebankan para pelajar, dosen / guru, serta orang tua.


Penyebaran virus covid-19 berdampak besar terhadap Pendidikan diperguruan tinggi. Menteri Pendidikan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), menghendaki agar seluruh peserta didik bisa mendapatkan layanan pendidikan yang optimal namun tetap mengutamakan protokol kesehatan guna memutus rantai Covid-19 semaksimal mungkin. 


Hal ini menyebabkan suatu universitas memutuskan untuk melakukan perkuliahan konvensional (tatap muka dikelas) menjadi perkuliahan berani (online) yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.



Peralihan cara pembelajaran ini pengungsi berbagai pihak untuk dapat memanfaatkan dan menguasai teknologi dalam waktu singkat. Hal ini bertujuan agar sistem pembelajaran dapat dilakukan meskipun tidak saling bertatap muka. Namun ini bukan suatu hal yang mudah dilakukan, tentunya terdapat kesulitan dalam penggunaan teknologi. Dapat kita lihat faktanya pengajar atau pelajar tidak semuanya yang menguasai teknologi, belum lagi keterbatasan sarana dan prasana. Namun bagi mahasiswa perguruan tinggi teknologi sudah lazim digunakan.


Adapun masalah yang diperguruan tinggi, karena kuliah di adakan secara berani, maka banyak mahasiswa yang memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Hal ini disebabkan untuk meminimalisir biaya kehidupan di tempat perantauan. 

Namun perlu diketahui faktanya bahwa tidak setiap daerah memiliki jaringan yang bagus, beberapa daerah memiliki kualitas jaringan yang kurang baik atau tidak lancar sehingga menjadi salah satu sekolah dalam kegiatan belajar dan mengajar yang baik. Selain itu banyak mahasiswa yang tidak mendapat hasil pembelajaran secara maksimal. Baik berupa materi serta penugasan-penugasan yang diberikan oleh tenaga Pendidikan ditengah wabah panedemi covid-19.  


Namun demikian, Pandemi Covid-19 bukanlah hal yang patut untuk terus dilanggar dengan apa yang terjadi sekarang. 


Melalui kuliah berani ini diharapkan kecerdasan serta kualitas pembelajaran dan peningkatan dapat meningkat. Mahasiswa diharapkan bisa masuk dalam mencari dan menemukan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif. Dosen dan Mahasiswa harus bisa menggunakan dan mengoperasikan teknologi yang ada. 


Dengan begitu sistem pembelajaran secara berani dapat terlaksana dengan baik. Serta diharapkan untuk Dosen dan Mahasiswa untuk cepat beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang ada dan dapat ber inisiatif untuk mengakses dan menganalisis infomasi lebih jauh, guna mencapai pembelajaran yang berani (online) yang sebenarnya.




Tags :

bm
Created by: Admin Suara Inspirasi

Suara Inspirasi merupakan karya tulis para pemuda yang kreatif dan inovatif dalam membangun daerah.

Posting Komentar