-->

Untuk Mu Yang Bertanya Tentang Apa Itu Proses

Foto ilustrasi
kekompakan pemuda, masyarakat dan pemerintah disebuah Desa

Oleh. Muhammad Rokib

Tentang Apa Itu Proses

Mencapai suatu tujuan yang kita impikan memang tidak semudah membolak-balik telapak tangan. Untuk mencapai tujuan hidup kita diwajibkan untuk berikhtiar dalam artian berjuang melalui doa dan usaha.

Penulis yakin bahwa setiap insan pasti mempunyai tujuan hidup, yang tentunya tujuan hidup itu berbeda-beda. Namun terkadang alur cerita dan perjalanan hidupnya hampir sama.

Perlu banyak waktu untuk mencapai tujuan yang diimpikan, karena proses dalam kehidupan selalu berjalan dan bahkan takkan pernah selesai.

Banyak generasi muda yang belum memahami dengan detail tentang apa itu proses?. Penulis akan mencoba berbagi pengalaman melalui artikel ini semoga bisa menginspirasi dan memotivasi pemuda khususnya pemuda desa.

Perlu diketahui bahwa perbaikan jati diri tidak akan pernah ada ujungnya, tatkala insan itu sudah berhenti bernafas, barulah proses akan dinyatakan finish. Semakin kita mencari jati diri, maka semakin banyak yang harus diperbaiki.

Begitulah proses. Proses merupakan perbaikan jati diri untuk masa kini, esok dan masa depan. Apabila proses dijalankan dengan baik, ikhlas dan dengan penuh pengabdian. Maka reward akan datang dengan sendirinya sesuai dengan ikhtiar masing-masing. Reward itu merupakan anugrah dari Allah (Tuhan Yang Maha Kuasa).

Reward yang datangnya dari Allah terkadang datang tanpa disangka. Ketika seseorang mendapatkan itu, maka bahagia sudah berada ditingkat dewa. Hal itu terjadi lantaran seseorang memasrahkan segala hidupnya kepada Allah dan meyakini bahwa Allah akan memberikan yang terbaik atas perjuangan yang dilakukannya.

Ada juga reward yang didapatkan melalui sesama manusianya. Hal ini mungkin sudah lumrah terjadi di kehidupan masyarakat. Reward yang sifatnya diberikan oleh manusia terkadang sesuai dengan yang diinginkan, namun banyak juga yang tidak sesuai dengan yang diharapkan lantaran perjanjian ataupun komitmennya berubah haluan.

Penulis berusaha mencontohkan reward yang didapatkan melalui sesama manusia itu seperti menjanjikan sebuah posisi di suatu lembaga ataupun sebuah intansi yang formal maupun informal. Terkadang reward ini sesuai dengan perjanjian, namun kadang juga reward ini tidak sesuai perjanjian ataupun komitmen awal, karena keterbatasan dan kerakusan manusia.

Apabila reward ini tidak tercapai ataupun tidak sesuai dengan apa yang dilakukan ataupun yang dijanjikan. Maka banyak kejadian seseorang akan sangat kecewa dan bahkan akan berhenti berjuang, seraya berkata mana bukti yang telah dijanjikan? mengapa tidak sesuai dengan harapan?

Hal itu terjadi lantaran seakan manusia menyerahkan impian ataupun cita-citanya kepada sesama manusianya, sehingga ketika tidak tercapai apa yang diinginkan. Maka yang dirasakan adalah kegelisahan, kesedihan, kekecewaan, dan putus asa yang didapatkan. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dilakukan.

Seharusnya, setiap insan bisa memahami dalam kehidupan, bahwa tidak akan terjadi sesuatu apapun tanpa ketentuan dari Tuhan dan itu akan terjadi sesuai yang diikhtiarkan.

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia". (QS Yasin ayat 82).

Akan tetapi semua butuh tahapan demi tahapan, Dunia saja diciptakan oleh Allah melalui tahapan-tahapan. Hal itu terjadi bukan karena Allah tidak mampu menciptakannya, akan tetapi agar manusia bisa belajar pentingnya melalui proses yang harus dilalui tahapan demi tahapan untuk meraih sesuatu yang diimpikan.

Apabila impian tidak bisa didapatkan, maka berhentilah saling menyalahkan. Duduk dan berdiskusilah tentang kebaikan, bergeraklah sesuai dengan target dan tujuan.

Mungkin bisa dijadikan bahan evaluasi untuk kita semua bahwa tak perlu kita meminta janji dan tak perlu juga kita untuk memberikan janji kalau hanya untuk dingkari. Cukup kita katakan mari kita berjuang bersama pasrahkan kepada Allah dan berikan bukti yang nyata agar tidak ada dusta diantara kita.

Sebenarnya yang dibutuhkan oleh manusia adalah bukti nyata bukan fiktif belaka. Namun apakah akan bisa terima jika cita-cita tidak bisa tercapai. Maka percayalah bahwa akan ada hikmah dibalik peristiwa dan hidup itu tak hanya di dunia saja, tetapi ada akhirat hidup yang lebih kekal disana.

Tetaplah semangat dalam menjalani kehidupan dan jangan terlalu mengharapkan material, akan tetapi harapkanlah suatu keberkahan yang bisa melebihi dari bentuk material.

Untuk mu yang bertanya tentang apa itu proses. Ingatlah bahwa proses tidak akan pernah menghianati hasil dan proses tidak akan ada akhirnya, kecuali nafas sudah terhenti. _MR




Tags :

bm
Created by: Admin Suara Inspirasi

Suara Inspirasi merupakan karya tulis para pemuda yang kreatif dan inovatif dalam membangun daerah.

Posting Komentar