Oleh. Muhammad Rokib
Tentang Semangat Menuju Keberhasilan
Semangat memang merupakan modal utama bagi kita untuk mencapai suatu tujuan, apa pun itu yang kita lakukan. Keinginan yang tingi masih belum cukup untuk mencapai sebuah tujuan. Tekad yang sudah bulat pun masih belum sempurna bagi seorang yang tengah menjalani proses kehidupan. Sebab niat, keinginan dan semangat harus selalu disatukan agar seimbang dijalankan.
Banyak yang mengatakan bahwa modal utama dalam proses kehidupan untuk mencapai cita-cita mulia adalah kekayaan dan bahkan kesempurnaan. Nyatanya semua itu bisa dikalahkan oleh kesemangatan yang tinggi.
Jiwa semangat tidak harus ada pada dewasa ataupun orang tua, akan tetapi semua orang harus mempunyai jiwa kesemangatan dalam hidupnya. Terutama bagi seorang pemuda.
Pada artikel ini telah perankan oleh salah satu pemuda desa yang menjadi aktifis muda dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Miftahul Ulum Parit Pak Jawi Desa Sungai Enau.
Muhajir nama aslinya dengan sapaan akrabnya Hajir Putra Junior merupakan kader muda NU yang terlahir dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Miftahul Ulum Desa Sungai Enau Kecamatan Kuala Mandor B. Kabupaten Kubu Raya.
Selain aktif di organisasi, Ia juga aktif dalam dunia akademisi dan bahkan banyak prestasi yang didapatnya mulai dari prestasi keagamaan dan sosial lainnya.
Dalam sekelas sekolahnya ia terkenal dengan siswa cerdas dan pintar, karena kekuatan daya ingatnya mampu mengalahkan teman sekolahnya, sehingga ia pun mampu meraih peringkat terbaik dalam sekolah maupun dalam proses belajar sekolah Diniyah.
Semangat dan komitmen yang menjadikannya lebih yakin bahwa kesuksesan itu pasti akan diraih, apabila terus semangat dalam belajar dan berjuang, serta bertaqwa. Dan itulah yang diajarkan dalam proses pelajar Nahdlatul Ulama. Sebagaimana Hajir pun berani mengungkapkan statmennya melalui kemampuan dalam karya desainnya yang juga merupakan kekreatifan baginya.
"Semangat adalah modal utama untuk menuju pintu keberhasilan," Hajir Putra Junior.


Posting Komentar